Management Risiko TI di Institusi Keuangan – Perbankan

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: training_brocure

Filename: views/training_detail.php

Line Number: 17

Backtrace:

File: /home/k6631542/old.mdpconsulting.co.id/application/modules/training/views/training_detail.php
Line: 17
Function: _error_handler

File: /home/k6631542/old.mdpconsulting.co.id/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/k6631542/old.mdpconsulting.co.id/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/k6631542/old.mdpconsulting.co.id/application/views/frontend/layout.php
Line: 57
Function: view

File: /home/k6631542/old.mdpconsulting.co.id/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/k6631542/old.mdpconsulting.co.id/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/k6631542/old.mdpconsulting.co.id/application/modules/training/controllers/Training.php
Line: 52
Function: view

File: /home/k6631542/old.mdpconsulting.co.id/index.php
Line: 324
Function: require_once

https://www.old.mdpconsulting.co.id/uploads/training/">

Cover Letter

Management Risiko TI

di Institusi Keuangan – Perbankan

Pendahuluan

Risk is Like Fire

“If controlled it will help you, if uncontrolled it will rise up and destroy you”

-Theodore Roosevelt-

Setiap lingkup pekerjaan tidak ada yang memiliki risiko nol sekalipun bidang teknologi informasi. Hal yang dapat dilakukan untuk menekan risiko adalah dengan mengelola risiko. Seperti kita ketahui segala sesuatu ada risikonya, termasuk penggunaan teknologi informasi. Masalahnya adalah risiko tersebut tidak dapat dihilangkan sepenuhnya sehingga yang dapat dilakukan adalah mengelolanya agar risiko tersebut tidak berdampak signifikan yang dapat membahayakan organisasi dalam mencapai tujuannya.

TI harus dikelola secara sistematis untuk mendukung organisasi dalam mencapai tujuan usahanya atau akan mengganggu proses bisnis dan melemahkan aktivitas bisnis. Manajemen TI. Saat ini Teknologi informasi (TI) memainkan peran penting dalam banyak bisnis terutama bisnis perbankan yang merupakan bisnis trust dan highly regulated. Jika saat ini TI merupakan bagian terpenting pengelolaan bisnis, maka sangat penting untuk mengidentifikasi risiko untuk sistem TI dan data yang dikelola dalam sistem TI, kemudian berupaya untuk mengurangi atau mengelola/memtigasi risiko tersebut, dan untuk mengembangkan rencana respon dalam hal krisis yang teridentifikasi yang dapat terjadi di dalam sistem dan data yang dikelola dalam sistem TI.

“Bagaimanakah dengan institusi keuangan saat ini dalam mengelola risiko TI?”

Pemanfaatan TI ini harus ditunjang oleh manajemen risiko yang memadai. Ini menjadi penting demi menghindari terjadinya kegagalan dalam bisnis bank dimana seluruh personil organisasi perbankan mulai dari Direksi, Komisaris, Senior manajer, Pejabat dan seluruh petugas pelaksana baik bisnis dan TI terlibat dalam manajemen risiko penggunaan TI.

Perlu adanya komitmen dan kerjasama antara semua personil baik aspek vertical dari top manajemen level sampai petugas pelaksana maupun aspek horizontal dari personil bisnis dan TI. Agar bisa mengelola risiko secara baik, perusahaan harus memahami hubungan antara setiap sistem bisnis yang ada. Sebuah sistem bisnis hakikatnya adalah lebih dari sekadar teknologi; ia merupakan gabungan dari manusia, proses dan teknologi yang mencapai fungsi bisnis tertentu. Ini kenapa, TI dan bisnis harus bekerjasama: TI harus tahu sistem dan proses yang penting bagi bisnis, sedangkan bisnis harus memahami risiko dari sudut pandang TI.

Setelah mengetahui dan mengidentifikasi ancaman-ancaman atau risiko yang dapat terjadi, maka langkah selanjutnya adalah memitigasi risiko-risiko TI dengan tahapan sbb:

§  Mengidentifikasi Risiko (Risk Identification)

§  Menilai Risiko (Risk Analysis) : Asssesment & Measurement

§  Mengurangi Risiko (Risk Strategy Mitigation)

§  Mengembangkan Rencana Respon (Risk Treatment)

§  Mengkaji Prosedur Manajemen Risiko (Risk Monitoring & Evalution)

Kerangka kerja pengelolaan risiko yang dapat digunakan misalnya adalah dengan pendekatan, Peraturan Bank Indonesia No.9/15/PBI/2007, COSO, RiskIT, OCTAVE, ISO 31000 - 2009, ISO 27005:2011 dan lain-lain.

Tujuan

Peserta diberikan Pemahaman & Pengetahuan tentang :

1.   Memahami konsep & best-practices/framework yang terkait manajemen risiko TI

2.   Menyusun manajemen risiko TI menggunakan IT risk management toolkit

3.   Mengelola risiko TI meliputi perencanaan pengelolaan risiko & identifikasi batasan

4.   Mengetahui sumber daya risiko : mendokumentasikan, menganalisa & mengontrol

5.   Melakukan assessment risiko Ti & menyusun prioritas treatment/kontrol

Materi Training

Hari Pertama

è IT Risk Management Overview & Introduction

è Konsep & Prinsip Dasar Manajemen Risiko TI

è IT Risk Management Best Practices & Standards

è IT Risk Management process : risk management context & identification

è IT Risk Management Process : risk measurement/assessment

Hari Kedua

è IT Risk Management Process

è Risk Analysis & Risk Strategy Treatment & Mitigation

è Analisis Risiko Level Organisasi & Proyek TI

è Analisis Risiko Level Operasi TI

è IT Risk Management Process

è Risk Monitoring & Evaluation

Management Risiko TI di Institusi Keuangan – Perbankan

Technical Skill


Jakarta