Business Continuity Management

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined index: training_brocure

Filename: views/training_detail.php

Line Number: 17

Backtrace:

File: /home/k6631542/old.mdpconsulting.co.id/application/modules/training/views/training_detail.php
Line: 17
Function: _error_handler

File: /home/k6631542/old.mdpconsulting.co.id/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/k6631542/old.mdpconsulting.co.id/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/k6631542/old.mdpconsulting.co.id/application/views/frontend/layout.php
Line: 57
Function: view

File: /home/k6631542/old.mdpconsulting.co.id/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/k6631542/old.mdpconsulting.co.id/application/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/k6631542/old.mdpconsulting.co.id/application/modules/training/controllers/Training.php
Line: 52
Function: view

File: /home/k6631542/old.mdpconsulting.co.id/index.php
Line: 324
Function: require_once

https://www.old.mdpconsulting.co.id/uploads/training/">

Cover Letter

Business Continuity Management

Simple and Applicable Procedure of Business Continuity Management

To Ensuring Business Recovery and Eliminate Lost Opportunity

Pendahuluan

Sekalipun industri perbankan sudah dipagari dengan sekian banyak regulasi guna menjamin kelangsungan usahanya, namun ancaman gangguan baik yang bersifat fisik (bencana alam) maupun non fisik (likuiditas, reputasi dan lainnya) terus saja mengintai. Diperlukan perencanaan yang baik yang tertuang dalam prosedur Business Continuity Management (BCM) untuk mempersiapkan, merespon, memperbaiki, memulihkan dan melanjutkan kembali layanan dan produk kritikal agar bank/Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB) dapat tetap beroperasi walaupun gangguan/bencana terjadi.

Namun implementasi BCM dalam industri jasa keuangan masih dihadapkan pada beberapa kendala diantaranya minimnya dukungan dari Top Management, perbedaan pemahaman implementasi dari setiap unit kerja hingga kerumitan sistem maupun prosedur sehingga sulit diaplikasikan. Belum lagi implementasi BCM dengan menggunakan pendekatan yang tidak sesuai dengan ketentuan BCM best practice (ISO 22301 dan ISO 22313).

Banyak perusahaan beranggapan bahwa BCM hanya bermanfaat saat gangguan terjadi dan baru menyadari pentingnya BCM ketika mengalami kerugian signifikan akibat gangguan/bencana atau mendapat temuan dari regulator. Kenyataannya BCM juga dapat memberikan manfaat saat kondisi normal, dikarenakan konsep BCM yang mengalami perkembangan begitu pesat belakangan ini, mengikuti kompleksitas bisnis industri jasa keuangan dalam memberikan layanan kepada nasabahnya. Seperti halnya di negara maju, BCM menjadi competitive advantage dalam persaingan bisnis, dengan memberikan komitmen layanan prima kepada nasabah.

Tujuan

è Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu:

è Menentukan prinsip-prinsip dan konsep BCM.

è Menerapkan bahasa dan syarat BCM dengan konsisten

è Menentukan hubungan antara risiko, kesinambungan dan tata kelola

è Menentukan unsur-unsur proses BCM dan khususnya kebijakan dan strategi Business Continuity

Materi Pelatihan

HARI PERTAMA

1.    BCM Overview

2.    BCM Culture Development

3.    BCM Organization dan Documents Structure

4.    Roles & Responsibilities

5.    Crisis Communication Plan

6.    Penyusunan Kebijakan BCM

7.    ISO 22301 Overview

8.    Penyusunan Emergency Response Plan (ER Plan)

9.    Role Play : Uji Coba ER Plan

10. Disaster Recovery Plan (DR Plan) Overview 

   HARI KEDUA

1.    BCM Process Overview & Correlation

2.    Permasalahan Implementasi BCM

3.    Business Impact Analysis (BIA) & Business Continuity Strategy Process

4.    Threat & Risk Assessment (RA)

5.    Business Recovery Center (BRC)

6.    Penyusunan Business Continuity Plan (BC Plan)

7.    Uji Coba Dokumen BC Plan

8.    Pembuatan Berita Acara Uji Coba

9.    Crisis Command Cente

Target Peserta

è Manajer baru yang bertanggung jawab terhadap manajemen risiko.

è Praktisi Spesialis (audit, kepatuhan, OH&S, lingkungan, etc) yang ingin terus maju pada posisi manajemen risiko.

è Pengawas garis depan dan manajer yang memerlukan pengetahuan dasar manajemen risiko

è Anggota manajemen risiko memerlukan Manajer risiko dari berbagai industri

è Manajer yang bertanggung jawab terhadap aspek risiko apapun

è Auditor Internal

è Personel di area manajemen risiko

Business Continuity Management

Technical Skill


Jakarta